anisa.karliani10's blog

Just another weblog

Cerita Inspirasi Non Pribadi

September15

Nama : Anisa Karliani

NRP : E24100078

Laskar : 20

Jurusan : Teknologi Hasil Hutan

Cerita Inspirasi Non Pribadi

Cerita saya ini mengenai orang yang ada disekitar saya yang sangat keras perjuangannya. Saya mempunyai tetangga yang bernama Karmin Suryahadi. Beliau adalah seorang dosen yang mengajar di Universitas Gadjah Mada. Dalam usianya yang 51 tahun, beliau masih bekerja produktif layaknya anak muda. Semangatnya yang tidak pernah padam, selalu energik dikala mengajar dikelasnya. Walaupun beliau mempunyai kekurangan fisik yang diderita beliau dari sejak beliau duduk di kelas 2 SMA karena kecelakaan. Punggungnya yang sudah tidak sempurna.

Meskipun beliau, mempunyai keterbatasan dalam melakukan aktivitas. Tapi beliau masih bisa semangat luar biasa dalam menjalani hari-harinya. Sekitar 10 tahun yang lalu, beliau ditugaskan untuk pergi ke luar negeri. Beliau berkesempatan mengajar di universitas favorit di Australia, Jepang. Dengan kondisi yang seperti itu, istri dan anak-anaknya sangat setia mendukung karirnya yang sanagt sukses sekarang.

Beliau sesampainya di Bogor, tidak sombong dan masih bekerja sebagai Konsultan. Salah satu motivasi beliau untuk tetap semangat menjalani hidup walaupun di kondisi seperti itu karena, anaknya yang bernama Tari. Tari sekarang melanjutkan pendidikan di Universitas Dipenogoro.

Setelah itu, anaknya sudah masuk ke semester 3 jurusan hukum, anak nya pun sangat cerdas, bahkan selagi duduk di bangku SMA dia selalu juara 1 dikelas. Bahasa inggrisnya pun mahir sekali. Segelintir berita mengatakan dia akan pergi meneruskan pendidikannya ke Jepang. Kabar yang saya dengar terakhir, Tari akan melangsungkan pernikahan di Bali.

Dan pada saat itu juga, ayahnya akan berobat ke luar negeri untuk memperbaiki kondisinya yang selama ini dalam kekurangan. Itulah sekelumit perjalanan tetangga kami, bapak Karmin Suryahadi. Hal-hal yang perlu diteladani adalah semangat juangnya, kerja kerasnya, dan pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan hidup walaupun beliau dilanda kekurangan yang bisa membatasi ruang geraknya selama ini. Semoga beliau tetap sehat dalam menjalani aktifitas sehari-hari.

Cerita Inspirasi Pribadi

September15

Saya akan menceritakan perjuangan saya masuk ke sekolah favorit yaitu SMA Negeri 5 dan perjuangan saya untuk bisa masuk kedalam universitas kebanggan Bogor yaitu IPB. Pertama, sewaktu saya bersekolah di SMP Taruna Andigha saya ingin sekali bias masuk sekolah negeri favorit. Karena pada saat itu, saya masuk sekolah swasta. Mungkin Karena banyak saingan, jadi saya tidak bias masuk ke SMP Negeri 4. Saat di SMP saya termasuk anak yang rajin belajar, rajin mengerjakan tugas dan pr. Saya termotivasi oleh nasihat orangtua saya yang mengatakan, jika saya bias masuk sekolah negeri, maka saya akan dapat cita-cita yang lebih cerah dan masuk universitas pun lebih mudah jalurnya. Semenjak saat itu, saya jadi sering berusaha mendapatkan nilai yang maksimal dikelas di segala bidang pelajaran. Pada waktu SMP, saya tidak mengikuti bimbel-bimbel seperti itu, saya hanya mengikuti les yang diadakan didalam sekolah. Pada saat hari ujian tiba, saya berdoa terus-menerus kepada Allah. Lalu berusaha semaksimal mungkin. Sangat tegang pada saat ujian. Begitu pula, dengan hasil pengumuman NEM nya. Saya takut nilai saya tidak mencukupi lagi utnuk ke SMA negeri. Hari pengumuman pun dating, akhirnya saya mendapat surat dari sekolah, bahwa saya lulus dan mendapatkan hasil 28,87. Alhamdulillah sekali. Saya sangat bahagia mendengar beritanya. Akhirnya saya bisa masuk ke SMA Negeri 5 Bogor. Perjuangan saya di sekolah tidak berhenti sampai saat itu. Sewaktu saya menduduki kelas 1 SMA, saya jadi berubah drastis, mungkin bisa dibilang menjadi orang yang sangat pemalas. Tugas tidak pernah dikerjakan, jika ada ulangan saya selalu belajar sistem kebut semalam. Tapi, kelas 2 saya begitu juga tidak ada perubahan. Namun, kelas 3 saya mulai sadar. Bahwa yang saya lakukan itu sangat salah. Pada saat itu, saya langsung mengikuti kegiatan bimbel diluar. Bimbel didalam sekolah juga saya ikuti. Semuanya semata-mata demi sekolah idaman. Saya juga didorong keras oleh nasihat-nasihat guru-guru sekolah dan bimbel. Akhirnya menjelang UAN, saya sangat bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Alhasil, saya bisa masuk IPB dengan jurusan yang saya pilih. Orangtua saya sangat bangga sekali. Usaha dan kerja keras saya tidak sia-sia selama ini. Begitulah, cerita inspirasi dari saya. Maaf kalo ada kekurangan, karena saya hanyalah manusia yang tidak luput dari kesalahan. Terima kasih.